Coffee, Kelas 1 sampai Kelas 3

Berikut ini adalah foto - foto kelas akselerasi SMAN 2 angkatan kelima dari kelas 1 sampai kelas 3. Ternyata banyak perubahan yang cukup berarti di Coffee dari tahun ke tahun.


Foto di atas adalah Coffee Smanda waktu kelas 1. Yang unik dari foto ini adalah lima orang yang posisinya terdekat dengan luki pada akhirnya memutuskan keluar dari pendidikan di kelas akselerasi. Hahaha.. aneh kan..  Dan adakah yang masih ingat alasan kenapa gaya tangan cowok pada seperti itu? 
Ternyata gaya itu muncul gara-gara sebelum foto bareng ini, anak coffee pada nonton bareng di kelas filmnya eminem, 8 miles, yg dibawa luki wkwkwk..



Ini foto waktu kelas 2 dan jumlahnya sekarang ada 16 orang. Klo liat Ais, pasti ni jamannya dia lagi freak abis sama vocal group asal jepang, Momusu, liat aja pose tangannya.. M untuk Momusu.. 




Nah, yang ini foto waktu kelas 3, jumlahnya 15 orang. Udah makin keren setelah kelas 3, ga kaya waktu kelas 1 yang cupu-cupu.. 

Buka Puasa Bersama Ramadhan 2010

| 0 comments

Seperti biasa, setiap tahun kita bakal ngadain buka puasa bersama dengan seluruh angkatan kelas akselerasi. Tanggal pastinya dan tempat belum ditentukan namun kemungkinan besar dilaksanakan pada awal bulan September pada mingu-minggu akhir bulan puasa.


Members of Coffee














(Ais)
Akhmad Faris Faizaki
Bandarlampung, 19 Desember 1991
ex-Teknik Kelautan ITB 2008





















(Anin)
Anindyajati Ratnapeni
Bogor, 20 Februari 1991
Kedokteran Gigi UI 2008

















(Dimas)
Dimas Frandisyah Putra
Yogyakarta, 22 Desember 1990
Teknik Telekomunikasi ITTelkom 2008




















(Techa)
Eliza Techa Fattima
Bandarlampung, 18 Januari 1993
ex-Teknik Sipil ITB 2008
Kedokteran Unpad 2009















(Eros)
Eros Sitompul
Lhokseumawe, 7 Desember 1990
Teknik Pertambangan Unsri 2008














(Febby)
Febbysinta Dewi
Bandarlampung, 5 Februari 1992
Kedokteran UI 2008













(Febrina)
Febrina Triadita
Bandarlampung, 16 Februari 1992
ex-Psikologi Unpad 2008
Kedokteran Undip 2009











(Fenny)
Fenny Tri Astuti
Bangunsari, 5 November 1991
Hukum Unila 2008















(Gema)
Gema Gempita
Bandarlampung, 17 Januari 1993
Kedokteran Gigi Unpad 2008















(Iyos)
Iyos Effendy
Metro, 7 Maret 1991
Manajemen BSM 2008















(Jihad)
Jihad Huda Hanggawan
Kaliwungu, 1 Juni 1991
Manajemen UI 2008


















(Luki)
Luki Bangun Subekti
Bandarlampung, 9 Januari 1991
Teknik Elektro ITB 2008


















(Ralang)
M. Dye Ralang Nugok
Bandarlampung, 27 Juni 1991
Teknik Metalurgi ITB 2008
















(Rian)
Rian Agustama Susilo
Medan, 29 Agustus 1991
Teknik Informatika ITTelkom 2008
















(Sisca)
Sisca Dwi Agustina
Kotabumi, 12 Agustus 1992
Kedokteran UMY 2008


Karakteristik Pikiran Bawah Sadar (1)

Kemampuan pikiran bawah sadar terpisah dari pikiran sadar.

Pikiran bawah sadar bekerja terpisah dari pikiran sadar. Meskipun pikiran sadar dan bawah sadar bekerja secara paralel, proses kesadaran dan proses berpikir yang berlangsung pada masing-masing pikiran serta respons yang diberikan adalah dua hal yang berbeda. Kedua pikiran ini bekerja saling memengaruhi.
Pikiran bawah sadar dapat mendengar atau melihat hal-hal yang tidak tertangkap oleh pikiran sadar. Pikiran bawah sadar bisa memikirkan hal lain yang berbeda dengan yang dipikirkan pikiran sadar. Pikiran bawah sadar memiliki ketertarikan pada hal yang ia sukai, yang hal ini belum tentu menarik bagi pikiran sadar. Pikiran bawah sadar dapat mengendalikan aktivitas fisik tanpa disadari pikiran sadar dan dapat mengungkapkan ide atau pemikiran yang berada di luar jangkauan persepsi pikiran sadar.
Biasanya, walaupun tidak berarti selalu, proses dan aktivitas pikiran bawah sadar mendukung atau meneruskan kegiatan dan keinginan pikiran sadar. Pada kondisi tertentu, pikiran bawah sadar dapat bertindak mandiri, terlepas dari pengaruh pikiran sadar, mengungkapkan keinginannya dan melakukan tindakan yang tidak berhubungan dengan proses berpikir yang terjadi di pikiran sadar.

Adi W. Gunawan,The Secret of Mind Set

Rahasia Hukum Daya Tarik (2)

Hukum ini bekerja sebanyak Anda berpikir. Setiap kali pikiran Anda mengalir, hukum tarik-menarik bekerja. Ketika Anda memikirkan masa lalu, hukum tarik-menarik bekerja. Ketika Anda memikirkan masa kini atau masa depan, hukum tarik-menarik juga bekerja. Hukum ini berproses terus-menerus. Anda tidak menekan tombol istirahat atau berhenti.

Hukum ini tetap terus bertindak, seperti pikiran Anda. Terlepas dari apakah kita menyadarinya atau tidak, kita terus berpikir dalam sebagian besar waktu kita. Jika Anda berbicara atau mendengarkan seseorang, Anda berpikir. Jika anda membaca koran atau menonton televisi, Anda berpikir. Ketika Anda mengenang masa lalu, Anda berpikir. Ketika Anda mempertimbangkan sesuatu di masa depan, Anda berpikir. Ketika Anda mengemudi, Anda berpikir. Ketika Anda bersiap di pagi hari, Anda berpikir. Bagi banyak orang, satu-satunya waktu ketika kita tidak berpikir adalah ketika tidur; tetapi daya-daya ketertarikan masih beroperasi pada pikiran-pikiran terakhir sebelum kita tertidur. Jadi, pikirkan hal-hal yang baik sebelum kita tidur.

LISA NICHOLS (The Secret)

Jangan Menjadi Orang yang Kaku

Salah satu karakter para ulama sunnah adalah hidup seperti manusia pada umumnya. Mereka hidup bermasyarakat: memberikan manfaat kepada kaum muslimin dan hanya bergaul dengan masyarakat dalam hal-hal yang bisa mendekatkan mereka kepada Allah. Jika kamu meragukan hal ini, bacalah riwayat hidup mereka.

Itulah mereka. Sedangkan mengisolasi diri, menyembunyikan ilmu, bakhil dengan hikmah, berkerut muka, merasa risih, enggan memberi penjelasan adalah bukan ciri-ciri yang mereka miliki. Sebab, sifat-sifat seperti itu hanyalah menjadi ciri para ilmuan Tatar dan Brahmana India.

"Ada manusia yang hidup seperti lalat: tidak mau hinggap kecuali di atas luka orang lain."

Kalimat di atas merupakan penggalan nasehat Syekh Islam Ibn Taimiyyah yang dinukil oleh Ibn Sa'di di dalam bukunya Thariq al-Wushul. Adapun maksudnya adalah: Anda akan menjumpai sejumlah manusia yang senang mengkritik orang lain, melupakan kebaikan-kebaikan mereka, dan tak bosan-bosannya menyebut aib mereka. Orang-orang seperti ini tak jauh bedanya dengan lalat yang suka menjauhi tempat yang bersih dan sehat, dan lebih suka hinggap di atas luka dan penyakit. Hal ini disebabkan oleh busuknya hati dan rusaknya mental mereka. Maka, obat terbaiknya adalah setrika yang panas atau tali gantungan; agar mereka pergi dengan membawa penyakitnya tersebut untuk selama-lamanya.

Menjadi Pelajar Berprestasi (DR. 'Aidh al-Qarni)

Hindarilah Debat Kusir

Jika seorang penuntut ilmu sibuk dengan masalah-masalah yang belum terjadi dan tidak mungkin terjadi, berarti dia bodoh. Jika ia sibuk dengan masalah-masalah yang tidak ada manfaatnya berarti dia dungu. Jika ia marah karena masalah-masalah yang sebaiknya seorang muslim diam berarti pengetahuannya dangkal. Semoga Allah memberikan pertolongan dan menghindarkan kita dari semua itu.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hasan al-Bashri tatkala beliau mendengar orang-orang berdebat, "Mereka itu orang-orang yang bosan beribadah, maka mereka menjadi enteng berbicara dan berkurang rasa wara' mereka, oleh mereka itu mereka selalu berbicara." Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Az-Zuhd dan Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah.

Menjadi Pelajar Berprestasi (DR. 'Aidh al-Qarni) & alislamu.com