Seperti biasa, setiap tahun kita bakal ngadain buka puasa bersama dengan seluruh angkatan kelas akselerasi. Tanggal pastinya dan tempat belum ditentukan namun kemungkinan besar dilaksanakan pada awal bulan September pada mingu-minggu akhir bulan puasa.
(Ais)
Akhmad Faris Faizaki
Bandarlampung, 19 Desember 1991
ex-Teknik Kelautan ITB 2008
(Anin)
Anindyajati Ratnapeni
Bogor, 20 Februari 1991
Kedokteran Gigi UI 2008
(Dimas)
Dimas Frandisyah Putra
Yogyakarta, 22 Desember 1990
Teknik Telekomunikasi ITTelkom 2008
(Techa)
Eliza Techa Fattima
Bandarlampung, 18 Januari 1993
ex-Teknik Sipil ITB 2008
Kedokteran Unpad 2009
(Eros)
Eros Sitompul
Lhokseumawe, 7 Desember 1990
Teknik Pertambangan Unsri 2008
(Febby)
Febbysinta Dewi
Bandarlampung, 5 Februari 1992
Kedokteran UI 2008
(Febrina)
Febrina Triadita
Bandarlampung, 16 Februari 1992
ex-Psikologi Unpad 2008
Kedokteran Undip 2009
Kedokteran Undip 2009
(Fenny)
Fenny Tri Astuti
Bangunsari, 5 November 1991
Hukum Unila 2008
(Gema)
Gema Gempita
Bandarlampung, 17 Januari 1993
Kedokteran Gigi Unpad 2008
(Iyos)
Iyos Effendy
Metro, 7 Maret 1991
Manajemen BSM 2008
(Jihad)
Jihad Huda Hanggawan
Kaliwungu, 1 Juni 1991
Manajemen UI 2008
(Luki)
Luki Bangun Subekti
Bandarlampung, 9 Januari 1991
Teknik Elektro ITB 2008
(Ralang)
M. Dye Ralang Nugok
Bandarlampung, 27 Juni 1991
Teknik Metalurgi ITB 2008
(Rian)
Rian Agustama Susilo
Medan, 29 Agustus 1991
Teknik Informatika ITTelkom 2008
Posted by
Luki B. Subekti
at
9:13 pm
Kemampuan pikiran bawah sadar terpisah dari pikiran sadar.
Pikiran bawah sadar bekerja terpisah dari pikiran sadar. Meskipun pikiran sadar dan bawah sadar bekerja secara paralel, proses kesadaran dan proses berpikir yang berlangsung pada masing-masing pikiran serta respons yang diberikan adalah dua hal yang berbeda. Kedua pikiran ini bekerja saling memengaruhi.
Pikiran bawah sadar dapat mendengar atau melihat hal-hal yang tidak tertangkap oleh pikiran sadar. Pikiran bawah sadar bisa memikirkan hal lain yang berbeda dengan yang dipikirkan pikiran sadar. Pikiran bawah sadar memiliki ketertarikan pada hal yang ia sukai, yang hal ini belum tentu menarik bagi pikiran sadar. Pikiran bawah sadar dapat mengendalikan aktivitas fisik tanpa disadari pikiran sadar dan dapat mengungkapkan ide atau pemikiran yang berada di luar jangkauan persepsi pikiran sadar.
Biasanya, walaupun tidak berarti selalu, proses dan aktivitas pikiran bawah sadar mendukung atau meneruskan kegiatan dan keinginan pikiran sadar. Pada kondisi tertentu, pikiran bawah sadar dapat bertindak mandiri, terlepas dari pengaruh pikiran sadar, mengungkapkan keinginannya dan melakukan tindakan yang tidak berhubungan dengan proses berpikir yang terjadi di pikiran sadar.
Pikiran bawah sadar dapat mendengar atau melihat hal-hal yang tidak tertangkap oleh pikiran sadar. Pikiran bawah sadar bisa memikirkan hal lain yang berbeda dengan yang dipikirkan pikiran sadar. Pikiran bawah sadar memiliki ketertarikan pada hal yang ia sukai, yang hal ini belum tentu menarik bagi pikiran sadar. Pikiran bawah sadar dapat mengendalikan aktivitas fisik tanpa disadari pikiran sadar dan dapat mengungkapkan ide atau pemikiran yang berada di luar jangkauan persepsi pikiran sadar.
Biasanya, walaupun tidak berarti selalu, proses dan aktivitas pikiran bawah sadar mendukung atau meneruskan kegiatan dan keinginan pikiran sadar. Pada kondisi tertentu, pikiran bawah sadar dapat bertindak mandiri, terlepas dari pengaruh pikiran sadar, mengungkapkan keinginannya dan melakukan tindakan yang tidak berhubungan dengan proses berpikir yang terjadi di pikiran sadar.
Adi W. Gunawan,The Secret of Mind Set
Posted by
Luki B. Subekti
at
12:53 pm
Hukum ini bekerja sebanyak Anda berpikir. Setiap kali pikiran Anda mengalir, hukum tarik-menarik bekerja. Ketika Anda memikirkan masa lalu, hukum tarik-menarik bekerja. Ketika Anda memikirkan masa kini atau masa depan, hukum tarik-menarik juga bekerja. Hukum ini berproses terus-menerus. Anda tidak menekan tombol istirahat atau berhenti.
Hukum ini tetap terus bertindak, seperti pikiran Anda. Terlepas dari apakah kita menyadarinya atau tidak, kita terus berpikir dalam sebagian besar waktu kita. Jika Anda berbicara atau mendengarkan seseorang, Anda berpikir. Jika anda membaca koran atau menonton televisi, Anda berpikir. Ketika Anda mengenang masa lalu, Anda berpikir. Ketika Anda mempertimbangkan sesuatu di masa depan, Anda berpikir. Ketika Anda mengemudi, Anda berpikir. Ketika Anda bersiap di pagi hari, Anda berpikir. Bagi banyak orang, satu-satunya waktu ketika kita tidak berpikir adalah ketika tidur; tetapi daya-daya ketertarikan masih beroperasi pada pikiran-pikiran terakhir sebelum kita tertidur. Jadi, pikirkan hal-hal yang baik sebelum kita tidur.
Hukum ini tetap terus bertindak, seperti pikiran Anda. Terlepas dari apakah kita menyadarinya atau tidak, kita terus berpikir dalam sebagian besar waktu kita. Jika Anda berbicara atau mendengarkan seseorang, Anda berpikir. Jika anda membaca koran atau menonton televisi, Anda berpikir. Ketika Anda mengenang masa lalu, Anda berpikir. Ketika Anda mempertimbangkan sesuatu di masa depan, Anda berpikir. Ketika Anda mengemudi, Anda berpikir. Ketika Anda bersiap di pagi hari, Anda berpikir. Bagi banyak orang, satu-satunya waktu ketika kita tidak berpikir adalah ketika tidur; tetapi daya-daya ketertarikan masih beroperasi pada pikiran-pikiran terakhir sebelum kita tertidur. Jadi, pikirkan hal-hal yang baik sebelum kita tidur.
LISA NICHOLS (The Secret)
Posted by
Luki B. Subekti
at
9:45 pm
Salah satu karakter para ulama sunnah adalah hidup seperti manusia pada umumnya. Mereka hidup bermasyarakat: memberikan manfaat kepada kaum muslimin dan hanya bergaul dengan masyarakat dalam hal-hal yang bisa mendekatkan mereka kepada Allah. Jika kamu meragukan hal ini, bacalah riwayat hidup mereka.
Itulah mereka. Sedangkan mengisolasi diri, menyembunyikan ilmu, bakhil dengan hikmah, berkerut muka, merasa risih, enggan memberi penjelasan adalah bukan ciri-ciri yang mereka miliki. Sebab, sifat-sifat seperti itu hanyalah menjadi ciri para ilmuan Tatar dan Brahmana India.
Itulah mereka. Sedangkan mengisolasi diri, menyembunyikan ilmu, bakhil dengan hikmah, berkerut muka, merasa risih, enggan memberi penjelasan adalah bukan ciri-ciri yang mereka miliki. Sebab, sifat-sifat seperti itu hanyalah menjadi ciri para ilmuan Tatar dan Brahmana India.
"Ada manusia yang hidup seperti lalat: tidak mau hinggap kecuali di atas luka orang lain."
Kalimat di atas merupakan penggalan nasehat Syekh Islam Ibn Taimiyyah yang dinukil oleh Ibn Sa'di di dalam bukunya Thariq al-Wushul. Adapun maksudnya adalah: Anda akan menjumpai sejumlah manusia yang senang mengkritik orang lain, melupakan kebaikan-kebaikan mereka, dan tak bosan-bosannya menyebut aib mereka. Orang-orang seperti ini tak jauh bedanya dengan lalat yang suka menjauhi tempat yang bersih dan sehat, dan lebih suka hinggap di atas luka dan penyakit. Hal ini disebabkan oleh busuknya hati dan rusaknya mental mereka. Maka, obat terbaiknya adalah setrika yang panas atau tali gantungan; agar mereka pergi dengan membawa penyakitnya tersebut untuk selama-lamanya.
Menjadi Pelajar Berprestasi (DR. 'Aidh al-Qarni)
Posted by
Luki B. Subekti
at
3:22 pm
Jika seorang penuntut ilmu sibuk dengan masalah-masalah yang belum terjadi dan tidak mungkin terjadi, berarti dia bodoh. Jika ia sibuk dengan masalah-masalah yang tidak ada manfaatnya berarti dia dungu. Jika ia marah karena masalah-masalah yang sebaiknya seorang muslim diam berarti pengetahuannya dangkal. Semoga Allah memberikan pertolongan dan menghindarkan kita dari semua itu.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hasan al-Bashri tatkala beliau mendengar orang-orang berdebat, "Mereka itu orang-orang yang bosan beribadah, maka mereka menjadi enteng berbicara dan berkurang rasa wara' mereka, oleh mereka itu mereka selalu berbicara." Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Az-Zuhd dan Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hasan al-Bashri tatkala beliau mendengar orang-orang berdebat, "Mereka itu orang-orang yang bosan beribadah, maka mereka menjadi enteng berbicara dan berkurang rasa wara' mereka, oleh mereka itu mereka selalu berbicara." Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Az-Zuhd dan Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah.
Menjadi Pelajar Berprestasi (DR. 'Aidh al-Qarni) & alislamu.com
Posted by
Luki B. Subekti
at
3:08 pm
Tanda-Tanda Orang Berilmu
- Mengamalkan ilmunya, mendapatkan berkahnya ilmu, dan ikhlas demi mengharap ridha Tuhannya, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.
- Bermanfaat bagi manusia lain, memberikan pengaruh yang baik bagi lingkungan sekitarnya, menyebarkan ilmunya dan tidak menyembunyikannya untuk dirinya sendiri.
- Sabar menghadapi cobaan, lapang dada saat dijauhi orang, dan rendah hati dalam segala keadaan.
- Zuhud tehadap dunia; senantiasa memohon kepada Allah agar dijauhkan dari hal-hal yang fana dan dikaruniai kebahagiaan yang kekal di akhirat kelak.
- Berakhlak mulia, berkepribadian agung, dan jauh dari cela.
- Memiliki semangat yang tinggi dalam menulis, mendidik generasi, dan melakukan perbaikan.
- Membuang jauh-jauh taklid, dan hanya bersandar pada al-Quran dan as-Sunah.
- Memahami hakikat, mengenal tujuan-tujuan syariat, dan mengetahui rahasia-rahasia syariat.
- Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan hak dan berusaha keras mengungkap kebenaran.
- Menjauhi perkataan yang kotor dan tercela, serta meninggalkan hadis-hadis palsu.
- Memahami realitas dan perkembangan zaman, serta ikut serta berjuang di dalamnya.
Rahasia Sukses Orang-orang Besar (DR. 'Aidh al-Qarni)
Posted by
Luki B. Subekti
at
3:58 pm
Subscribe to:
Posts (Atom)